,

Faizal Anam Subekti (ijal)

senyumsenja.com – Faizal Anam Subekti atau yang biasa dipanggil ijal, anak dari pasangan suami istri Bapak Radi dan Ibu Tuniyah, tergolong dalam keluarga tidak mampu dan juga masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). 

Ijal tergolong anak Pintar. Hal tersebut dapat dilihat dari peringkatnya di sekolah yang selalu masuk dalam 5 besar di kelasnya sejak kelas 1. Ijal tidak pernah terlambat dan selalu ikut dalam Les (Pelajaran Tambahan) yang diberikan disekolah, karena sadar tidak akan mampu mengikuti Les diluar sekolah yang biayanya cukup tinggi (sedang di sekolah gratis). “ijal termasuke ya bocah pinter, rengking 5 besar terus ket kelas siji (Ijal termasuk anak yang pintar, ranking 5 besar terus dari kelas satu)” Ujar Wali Kelasnya.

 

Bapak radi ayah ijal, mengalami gangguan Jiwa, tidak separah sakit jiwa, namun dengan kondisinya itu beliau terkadang sulit diajak berkomunikasi dan juga sering linglung. Meski demikian, Bpk. Radi masih bertanggung jawab untuk keluarganya, sebagai tulang punggung keluarga beliau menjadi buruh  lepas di desanya. Mengerjakan apapun yang sekiranya tetangga – tetangganya membutuhkan bantuan tenaganya tersebut. Membersihkan kebun, kamar mandi, apa saja yang sekiranya tenaganya dibutuhkan. “pak radi kue rajin, dikongkon apa baen dikerjani, ngerti pegawean. tapi ya kudu di awasi karo di prentah, soale cok linglung, nek ora di kongkon ngaso be ora mandeg pegaweane, dadi kudu dikandani, kie dikerjani, ganti sing kene, ngaso disit, kaya kue serampunge ( Pak radi itu Rajin, di suruh apa aja dikerjain, dia tau akan pekerjaan, tapi ya harus diawasi dan diperintah. karena terkadang linglung. kalo tidak ada perintah istirahat saja dia tidak berhenti mengerjakan pekerjaannya itu. jadi ya harus dikasih tau, ini yang dikerjakan, ganti kerjakan yang disini, istirahat dulu, seperti itu sampai pekerjaan selesai)” ujar salah satu tetangganya yang sering menggunakan tenaga pak radi untuk mengerjakan kebun nya.

Bu Tun (panggilan Ibu ijal), sosok wanita tangguh dengan keadaanya dan tetap bersyukur akan apa yang ada. Menjadi ibu rumah tangga bagi keluarga yang tanggap dan rajin meski dengan kondisinya yang sering sakit (saat ini mengidap penyakit paru – paru dan sedang dalam pengobatan dokter – menggunakan kartu sehat / bpjs). “ya alhamdulillah hasil kang bapak kena go mangan harian (Alhamdulillah hasil dari suami saya bisa untuk makan sehari hari ). Untuk sekolah ijal beliau sangat tanggap. jika ada surat – surat atau persyaratan dari sekolah agar ijal mendapat bantuan biaya sekolah, bu Tun langsung tanggap dan cepat menyelesaikan. Sempat air matanya menetas saat menceritakan kebingungannya akan ijal, bagaimana dia bisa meneruskan ke tinggat SMP kelak karena jelas membutuhkan biaya. bangganya dia akan ijal yang rajin belajar serta harapan untuk anaknya ijal agar bisa memperoleh pendidikan yang baik untuk masa depan yang lebih baik.

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *